Bandar Lampung.IR – Waktu bergulir begitu cepat bagaikan kilat, mengantarkan kita kembali ke ambang pintu gerbang kemuliaan.
Tahun 2026 Masehi atau 1447 Hijriah ini kembali menjadi saksi kerinduan hamba-hamba beriman terhadap bulan suci Ramadhan. Bulan di mana napas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, amal dilipatgandakan, dan doa-doa dikabulkan.
Bagi seorang Muslim, kedatangan Ramadhan bukanlah sekadar pergantian kalender rutinan, melainkan sebuah momentum “Renovasi Spiritual” besar-besaran. Rasulullah SAW dan para sahabat menyambut bulan ini dengan wajah berseri-seri, hati yang bergetar, dan persiapan yang matang, jauh melebihi persiapan menyambut tamu agung dari kalangan raja dunia sekalipun.
Dalam era digital saat ini, syiar Islam turut mewarnai ruang-ruang media sosial. Mengirimkan pesan menyambut Ramadhan (Tahni’ah) kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja telah menjadi tradisi positif untuk saling mengingatkan dalam kebaikan (Tawashi bil Haq). Namun, sering kali kita kehabisan kata-kata untuk merangkai doa yang indah namun tetap syar’i.
Artikel ini hadir tidak hanya untuk memberikan referensi kata-kata mutiara, tetapi juga membedah landasan dalil mengapa kita harus bergembira menyambutnya, serta bagaimana adab saling mendoakan yang diajarkan oleh para ulama Salaf.”ujar Syahrial Pengawas SPBU 77″! (MP)
































