Lampung Selatan
-indorepublik.com
Air kembali masuk ke areal persawahan warga melalui pintu air mengakibatkan banjir sehingga para petani tidak bisa untuk menanam padi dikarenakan sumbatan Enceng Gondok yang menumpuk di pintu air jembatan menuju arah ke Serdang Lampung timur dan Lampung Selatan Kamis 27/02/2025.
Menanggapi keluhan masyarakat kepala desa Bali agung Made Suwisnu Ngabdi dan beberapa warga berinisiatif untuk melakukan pengecekan di sepanjang tanggul antara desa Bali Agung,desa bumi restu hingga ke areal gayau dan maremi yang mana sebelumya sudah di lakukan tindakan pengurugan tanggul oleh masyarakat dan juga menggunakan alat berat.
Dari hasil penyusuran yang di lakukan di ketahui air masuk dari pintu air gayau menuju ke areal persawahan warga desa Bali agung dan juga air masuk dari pintu air SPS 17 areal maremi sehingga debit air masuk mengakibatkan banjir.
Melihat pintu air tersumbat oleh Enceng Gondok dan juga sampah lainya kepala desa Bali agung berinisiatif mencari pekerja untuk membersihkan tumpukan Enceng Gondok dengan menggunakan dana pribadi kepala desa, agar air bisa lancar mengalir sehingga air yang ada di persawahan warga bisa cepat surut.
Kepada media indorepublik.com made Suwisnu Ngabdi mengatakan “ya saya bersama sama masyarakat kemarin memang mengecek langsung ke pintu air ini dan memastikan situasinya seperti yang kita lihat langsung pintu airnya tersumbat sampah yang sangat tebal sekali sehingga airnya sangat lambat mengalirnya dan juga kita lihat airnya juga masuk dari pintu air sehingga banjir seperti ini, saya berharap kepada dinas yang terkait agar bisa menurunkan alat Excavator Long Arm untuk menormalisasi sehingga air tak masuk ke persawahan ucapnya”
Ditempat yang sama kanda petani yang ikut dalam rombongan kepala desa juga mengatakan dan sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan nasib para petani,yang mana banjir kali ini sudah banjir yang ke empat kalinya melanda para petani, sehingga terancam gagal panen di sebabkan oleh banjir yang terus merendam persawahan para petani.
(Wyn)
































