Tulang Bawang Barat – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) di kabupaten Tulang Bawang Barat tidak membuat epek jera bagi oknum oknum Kepala Tiyuh yang memanfaatkan Dana Desa untuk memperkaya diri,sudah cukup banyak Kepala Tiyuh di Lampung yang tersandung kasus korupsi Dana Desa sampai ke jeruji besi penjara,seharus nya menjadi epek jera bagi oknum oknum Kepala Tiyuh yang nakal yang menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri dengan menyalahgunakan anggaran Dana Desa. (28/12/2025)
Salah satunya Kembali mencuatnya Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) yang melibatkan Romli Kepala Tiyuh Indraloka Jaya,Kabupaten Tulang Bawang Barat , mencuat ke permukaan.Beberpa Masyarakat setempat yang tidak mau di publikasikan namanya menuding adanya dugaan indikasi mark-up anggaran dan dugaan pekerjaan Fiktip dalam beberapa bidang pekerjaan di antaranya Bidang pembangunan,Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan bidang Kemasyarakatan yang dinilai tidak transparan.
Menurut beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, penggunaan Dana Desa tahun 2023-2024 diduga tidak dikelola dengan baik dan terbuka oleh Romli kepala Tiyuh Indraloka Jaya dan diduga tidak pernah memberi penjelasan rinci tentang realisasi anggaran ini kepada masyarakat.Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan,” ujar nara sumber tersebut.
Diduga terdapat beberapa bidang pekerjaan yang menurut beberpa narasumber warga Tiyuh Indraloka Jaya yang di sinyalir telah terjadi penyelewengan dana yang di lakukan oleh Romli Kepala Tiyuh ,pada pencairan Dana Desa tahun 2024 desa Indraloka Jaya endapat kucuran dana desa sebesar -+ Rp.890.760.000 dan diduga terdapat pekerjaan fiktip,mar’up,manipulasi data pada anggaran dana desa tahun 2024 diantaranya sebagai berikut,
Pengadaan hewan ternak Sapi anggaran 78.000.000,Pengadaan Bibit Ikan anggaran 29.070.000,Pengadaan bibit sayuran anggaran 13.769.400,Honor Guru TPA/Ngaji anggaran 24.000.000,Penimbunan jalan tiyuh batu sabes B anggaran 179.320.000,Pembuatan Jembatan Peladangan Tiyuh anggaran 57.313.000,Pengadaan bantuan jambanisasi warga miskin anggaran 27.000.000,Operasional Pemerintahan tiyuh anggaran 158.477.600,Belanja Peralatan meubeler dan aksesoris ruangan anggaran 17.050.000,Operasional Kepalo Tiyuh anggaran 26.000.000,Honor Guru Paud anggaran 12.000.000
Hal ini juga diperkuat dengan harapan agar pengawasan terhadap alokasi Dana Desa lebih ditingkatkan. Masyarakat merasa hak mereka sebagai penerima manfaat tidak terpenuhi akibat dugaan penyimpangan tersebut. Keberadaan dana yang sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa justru berpotensi disalahgunakan.
Namun, hingga berita ini diturunkan,Romli Kepala Tiyuh Indraloka Jaya belum dapat di konfirmasi untuk memberikan keterangan terkait penggunaan anggaran dana desa tahun 2023-2024
Masyarakat Tiyuh Indraloka Jaya berharap agar kasus ini segera ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum (APH).
Awak media bersama beberpa rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa Ormas yang ada di Provinsi Lampung akan segera melaporkan terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) yang melibatkan Romli Kepala Tiyuh Indraloka Jaya(wen)





















