SAMPANG, IndoRepublik.com – Pernyataan tidak mendasar atau asal bunyi dari salah satu Calon Bupati Pasangan Calon (Paslon) nomor 02 saat Debat Publik ke satu oleh KPU Sampang Madura Jawa Timur tentang terjadinya Penolakan terhadap Proyek Preservasi Jalan Kedungdung – Bringkoning dan Tambelangan – Banyuates makin terkuak kebohonganya
Pasalnya saat Debat Publik ke satu di Studio JTV Jawa Timur senin malam (4/11/24) lalu, disebut oleh Calon Bupati dari Paslon nomor 02 bahwa tidak terealisasinya Proyek Preservasi itu akibat adanya Penolakan, padahal sudah ada Pemenang tendernya
Pernyataan kontroversi berbau kebohongan publik tersebut sempat di bantah oleh Korlap PROJO Kabupaten Sampang H Varis Resa Malik, Ia menegaskan berdasarkan konfirmasi dengan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali I Made Gede Widiasa tidak terealisasi dua paket Proyek Preservasi di Sampang tersebut bukan karena Penolakan tetapi akibat, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) nya belum keluar
Sehingga H Varis Resa Malik menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung hoax
Handreyanzah Ketua Komunitas Relawan Sahabat MANDAT menganggap alibi itu sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab atas ketidak mampuan merealisasikan proyek tersebut
Terkini, Alibi tidak berdasar itu makin terkuak saat kegiatan Kunjungan Kerja/Monitoring Komisi D DPRD Jawa Timur ke BBPJN Jawa Timur – Bali di Surabaya rabu (13/11/24)
Menurut Nurul Huda SHi MH Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang ikut dalam Kunjungan Kerja/Monitoring, permasalahan tersebut sempat menjadi materi pembahasan
Diungkap, salah satu Kepala Bidang Syifa dengan tegas menyatakan bahwa tidak terealisasinya Proyek itu murni karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belum turun dan bukan karena terjadinya Penolakan. ($P)























