PRINGSEWU LAMPUNG.IR – Pemerintah Pekon Blitarejo, di bawah kepemimpinan Prayitno, S.E., C.L.E., terus berupaya optimal memanfaatkan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Total pagu anggaran yang dikelola mencapai Rp940.943.000, dengan realisasi penyaluran hingga saat ini sebesar Rp744.443.520.(20/04)
Berdasarkan data yang diperbarui per tanggal 3 April 2026, Pekon Blitarejo berstatus sebagai Desa Mandiri dalam pengelolaan keuangannya. Dana tersebut disalurkan melalui dua tahapan, yaitu Tahap I sebesar Rp564.565.800 (75,84%) dan Tahap II sebesar Rp179.877.720 (24,16%). Anggaran ini disebar ke berbagai sektor vital, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Fokus Utama: Perbaikan Infrastruktur Jalan
Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama dalam penggunaan dana tahun ini. Pemerintah pekon mengalokasikan anggaran yang cukup besar secara menyeluruh untuk pemeliharaan prasarana jalan desa, termasuk perbaikan gorong-gorong, selokan, drainase, dan jalan lingkungan permukiman. Hal ini dilakukan demi memastikan aksesibilitas dan mobilitas warga tetap lancar dan aman.
Selain itu, upaya transparansi dan informasi publik juga didukung dengan pembangunan dan pengelolaan jaringan komunikasi lokal serta penyebaran informasi publik melalui media visual seperti poster dan baliho agar masyarakat selalu mengetahui perkembangan pengelolaan keuangan desa.
Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Ditingkatkan
Di bidang kesehatan, Prayitno memastikan pelayanan dasar tetap prima. Total anggaran dialokasikan secara masif untuk pemeliharaan sarana dan prasarana Posyandu serta Polindes/PKD. Tidak hanya fisik bangunan, dana juga digunakan untuk pengadaan obat-obatan, insentif tenaga kesehatan, penyuluhan kesehatan, hingga operasional Posyandu yang mencakup pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, dan insentif kader yang bekerja di lapangan.
Sementara itu, di sektor pendidikan, dukungan diberikan bagi lembaga pendidikan non-formal seperti PAUD, TK, hingga TPQ dengan alokasi dana sebesar Rp20.000.000. Dana ini digunakan untuk bantuan honor pengajar, seragam, dan operasional lainnya demi meningkatkan kualitas pendidikan dasar di desa.
Penguatan Ekonomi dan Tata Kelola
Untuk mendorong kemandirian ekonomi desa, disiapkan dana Penyertaan Modal yang cukup besar yaitu Rp188.489.000 guna mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar dapat memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi warga.
Di sisi administrasi, anggaran juga disiapkan untuk operasional pemerintahan, pendataan profil desa, pemetaan kemiskinan, hingga pemberdayaan perempuan agar tata kelola pemerintahan berjalan tertib dan partisipatif.
Prayitno, S.E., C.L.E., selaku Kepala Pekon Blitarejo, menyatakan komitmennya untuk terus bekerja maksimal agar setiap rupiah yang diterima dapat memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mengelola dana ini dengan prinsip akuntabel dan tepat sasaran demi kemajuan Blitarejo dan kesejahteraan warga,” ujarnya.(MP)
























