Palembang, Indo Republik.com – Kota Palembang kembali diramaikan dengan hadirnya destinasi wisata kuliner baru, Dapur Sunda Sriwijaya, yang resmi dibuka untuk masyarakat pecinta kuliner. Rabu (01/03/2026).
Restoran ini menghadirkan perpaduan unik antara cita rasa khas Sunda dan selera lokal Palembang.
Meli Mustika hadir langsung dan menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Sunda Sriwijaya bertujuan untuk menambah variasi kuliner di Palembang tanpa meninggalkan cita rasa yang sudah akrab di lidah masyarakat.

Cita rasa makanan Sunda sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan makanan khas Palembang.
Sama-sama menyukai rasa pedas, lalapan, sambal terasi, hingga menu seperti semur jengkol yang juga familiar bagi masyarakat Palembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya juga akan menghadirkan menu khas Palembang seperti pindang tulang, pindang ikan, hingga pempek sebagai bentuk perpaduan budaya kuliner.
“Sesuai dengan nama Dapur Sunda Sriwijaya, kami ingin menggabungkan dua cita rasa ini menjadi satu pengalaman kuliner yang khas,” jelasnya.
Sementara itu, owner Dapur Sunda Ibu Sriwijaya Emilia dan Bapak Heri menjelaskan bahwa pada momen grand opening, pihaknya memberikan makanan gratis kepada para pengunjung sebagai bentuk apresiasi.
Kami memang tidak mengadakan promo khusus saat
pembukaan, tapi kami memberikan makanan gratis untuk para tamu yang hadir,” ungkap Emilia.
Untuk harga, Dapur Sunda Sriwijaya menawarkan menu yang sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga menu termahal seperti Sop Iga.
Beberapa menu andalan di antaranya cumi bakar, ayam serundeng, serta soto mie Bogor yang saat ini mendapat promo diskon 20% khusus reservasi.
Tak hanya itu, restoran hasil kemitraan dengan Universal Group ini juga menghadirkan paket hemat untuk berbagi kebutuhan, mulai dari paket berempat, berenam, dan berdelapan.
berempat dibanderol sekitar Rp250.000 dan sudah termasuk makanan lengkap beserta minuman.
Pilihan minuman pun cukup beragam, mulai dari es kelapa segar hingga es oyen khas Bandung yang jarang ditemukan di Palembang.
Dengan konsep yang menggabungkan dua budaya kuliner, Emilia berharap Dapur Sunda Sriwijaya dapat menjadi pilihan utama masyarakat.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menikmati makanan Sunda otentik di sini, dan tentunya membuat mereka ingin datang kembali berkali-kali,” tutupnya. (Adi)

























