Banyuasin, Indo Republik.com — Seorang warga lanjut usia, Laso (70), mengaku kesulitan mendapatkan layanan kontrol kesehatan rutin setelah kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) miliknya dan sang istri mendadak tidak aktif.
Peristiwa itu dialami Laso saat mendatangi UPTD Puskesmas Mariana untuk mengambil surat rujukan ke RSUP Dr. Rivai Abdullah. Ia datang setelah waktu siang hari dan menunggu antrean seperti biasa. Namun, setelah melalui proses administrasi, petugas menyampaikan bahwa status kepesertaannya tidak aktif sehingga surat rujukan tidak dapat diterbitkan.
“Petugas menyampaikan BPJS saya tidak aktif dan diminta mengajukan kembali ke Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin,” ujar Laso menirukan keterangan yang diterimanya di puskesmas. Selasa (24/02).
Usai dari puskesmas, Laso bersama istrinya mendatangi Kantor Desa Sungai Gerong untuk meminta bantuan pengajuan kembali. Berdasarkan pengecekan perangkat desa, keduanya tercatat dalam kategori desil tujuh pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pihak desa menyampaikan akan membantu mengusulkan kembali kepesertaan sang istri agar dapat aktif, sementara untuk Laso perlu proses pengajuan penyesuaian kategori desil terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku.
Laso menjelaskan, selama sekitar lima tahun terakhir ia dan istrinya bergantung pada jaminan BPJS untuk pengobatan. Ia memiliki riwayat penyakit, antara lain glaukoma pasca operasi, gangguan saraf, dan hipertensi yang memerlukan kontrol rutin serta obat-obatan berkala.
“Selama ini kami rutin kontrol. Tanpa jaminan kesehatan, kami tidak mampu membayar biaya pengobatan sendiri,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa pernah beberapa hari tidak mengonsumsi obat karena kendala biaya, yang berdampak pada kondisi kesehatan istrinya hingga harus mendapatkan penanganan di unit gawat darurat.
Laso berharap ada peninjauan kembali terhadap data kepesertaan dan penetapan desil, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan akses jaminan kesehatan.
”saya bingung kenapa bisa Desil tujuh sedang saya numpang tinggal sama anak mantu, pantes tidak pernah mendapatkan bantuan sosial selama ini tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab nonaktifnya kepesertaan BPJS yang bersangkutan. (Adi)























