Banyuasin, Indo Republik.com – Pembukaan Musabaqoh Qiroatil Kutub Karya Ulama Nusantara Dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025, Antar Pondok Pesantren Se-Sumatera Selatan Yang Dilaksanakan Di Pesantren Sabilul Hasanah Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Rabu (15/10/2025)
Dr. Rosidin Hasan Analis Kebijakan Ahli Ulama dalam sambutannya menyampaikan bahwa, alhamdulillah pada hari ini Pondok Pesantren Sabilul Hasanah melaksanakan kegiatan Musabaqoh Qiroatil Kutub se Sumatera Selatan. Kami memberi apresiasi kepada Gus syarif dengan terlaksananya kegiatan yang cukup besar ini di Sumatera Selatan.
”Kami berharap semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan berguna bagi santri-santri yang ada di Sumatera Selatan. Marilah para tamu undangan semua, saya buka dengan resmi kegiatan Musabaqoh Qiroatil Kutub ini, selamat berlomba buat semua santri-santri yang ikut.. lanjut ujar beliau.

Ditempat yang sama Joko Effendi Selaku Deputi Funding Regional 3 BSI Palembang juga mengucapkan terimakasih kepada Pesantren Sabilul Hasanah atas undangannya kepada kami. BSI ini adalah menjadi salah satu penopang industri keuangan dan ekonomi syariah di negeri ini. Bank syariah Indonesia (BSI) ini baru berdiri lebih kurang 4 tahun. Alhamdulillah dalam perjalanannya BSI karena didukung oleh semua lapisan masyarakat, pemerintah, termasuk lapisan para Kyai, alim ulama dan juga pondok pesantren dan seluruh yang ada hari ini, meskipun usia kami baru 4 tahun tetapi sudah menjadi rangking 6 nasional dari 124 bank yang ada di negeri ini.
Yang kedua disampaikan juga bahwa di BSI ini kita punya grup ataupun divisi yang khusus membidangi dan menangani kegiatan terkait dengan Islamic ekosistem solution. Kami sampaikan kenapa BSI kemudian men-support bersinergi dengan seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia, karena kami diamanahkan oleh undang-undang, dan diamanahkan oleh manajemen kita grup sendiri yang mengurusi dan membidangi urusan Islamic ekosistem. Ada 8 sektor Islamic ekosistem yang salah satunya adalah pondok pesantren,” Jelasnya.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah H.M Syarif Chumas Asyawal atau yang akrab disapa Gus Syarif juga menjelaskan bahwa, pertama-tama kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua tamu undangan dan para santri-santri yang ikut lomba pada hari ini di Musabaqoh Qiroatil Kutub ini disupport atau disponsori daripada BSI, walaupun belum maksimal supportnya sekitar 35% atau 36% daripada hadiah uang, yang nanti akan diberikan kepada para santri yang menjadi terbaik, itu disupport daripada BSI sisanya disupport oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Kegiatan ini ntuk menampilkan kemampuan yang terbaik dalam kegiatan Musabaqoh Qiroatil Kutub Karya Ulama Nusantara. Jadi kita ada tema “Karya Utama Nusantara” karena kita yang diperlombakan adalah kitab karya daripada Syekh Nawawi Al Bantani. MQK Karya Ulama Nusantara ini mungkin sesuatu yang baru ya untuk di kalangan pesantren di Sumatera Selatan, selama ini kita lomba mensupport daripada kegiatan MQK yang diadakan oleh Kementerian Agama, tetapi hari ini kita akan coba dengan warna yang lain.
Semoga semua peserta yang hadir diberikan kekuatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan menampilkan hasil yang terbaik para santri putra dan putri yang dimuliakan Allah,” Ucap Gus Syarif.
Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu undangan yang tetap semangat dalam pelaksanaan acara Musabaqoh Qiroatil Kutub ini, karena dengan kehadiran Bapak-bapak dab Ibu-ibu adalah support dan doa bagi kami untuk melaksanakannya.
Gus Syarif juga mengatakan, mewakili dari panitia khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Sabilul Hasanah mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan dalam penempatan kami kepada semua tamu sekalian mungkin banyak kekurangan.
Lanjutnya, yang ingin kami perlu sampaikan agenda MQK tingkat Provinsi ini sebenarnya awalnya direncanakan merupakan salah satu agenda rangkaian 30 tahun Pondok Pesantren sekaligus Haul yang kelima, tetapi berhubung kemarin kita sudah mau mulai tetapi rupanya banyak kesibukan ada seleksi MQK Kemenag tingkat Provinsi, waktu itu dengan sistem CBT, terus ada juga ujian semester genap yang akan dilaksanakan, maka kita tunda biar tidak mengganggu. Jadi baru terlaksana hari ini dan Musabaqoh Qiroatil Kutub ini kita jadikan rangkaian Hari Santri Nasional.
Karena untuk membaca kitab itu akan membantu santri pesantren agar memiliki Pondasi yang kuat, tidak hanya secara karakter tetapi secara keilmuan karena yang paling utama kalau di pesantren itu karakternya harus bagus. Kemudian yang kedua adalah keilmuannya karena akhlak di atas daripada ilmu pengetahuan jika kedepan kita semua bisa membentengi karakter para santri maka Pesantren bisa juga membentengi masyarakat kita dari kelompok-kelompok yang intoleransi, yang tidak peduli daripada keharmonisan bangsa. Dengan kegiatan ini semoga bermanfaat untuk semua para santri-santri yang ada di Sumatera Selatan,” Tutupnya. (Adi)


























