Pagelaran wayang Kulit Semalam suntuk Momentum Perkuat Gotong Royong dan Pelestarian Budaya
PRINGSEWU – IndoRepublik com,
Pemerintah Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Pekon Sidoharjo, tradisi Bersih Desa, serta menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Pekon Sidoharjo tersebut menghadirkan Ki Dalang Sutoto dari Kabupaten Pesawaran dengan membawakan lakon Ontoseno Ngaraman. Ratusan warga tampak memadati lokasi acara sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan hari jadi pekon sekaligus pelestarian tradisi budaya masyarakat.
Kepala Pekon Sidoharjo, Supratikno, menegaskan bahwa peringatan HUT pekon dan tradisi Bersih Desa bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang telah membangun dan membesarkan Pekon Sidoharjo hingga menjadi seperti saat ini.
“Peringatan ini menjadi sarana untuk mengingat sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam membangun pekon yang lebih maju,” ujar Supratikno dalam sambutannya.
Menurutnya, tradisi Bersih Desa memiliki makna penting sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, hasil pertanian, rezeki, serta kerukunan yang terus terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Supratikno juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Ia menilai nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Selain itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong guna mewujudkan Pekon Sidoharjo yang maju, mandiri, aman, dan sejahtera.
“Mari jadikan peringatan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, menghilangkan perbedaan, serta meningkatkan kepedulian sosial antarsesama warga,” katanya.
Pemerintah Pekon Sidoharjo juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, donatur, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Acara turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Leswanda Putra, perwakilan Kapolsek Pringsewu Kota Asmadi, para kepala pekon dan lurah se-Kecamatan Pringsewu dan Gadingrejo, Ketua BHP se-Kecamatan Pringsewu, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Sementara itu, Camat Pringsewu Christianto Hariadinata Sani, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya daerah.
Menurutnya, kegiatan seni budaya seperti pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat kohesi sosial, mempererat hubungan antarwarga, serta menjaga stabilitas dan kondusivitas lingkungan di tingkat pekon.
“Pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi modal utama pembangunan daerah,” ujarnya.
Melalui peringatan HUT ke-73 ini, Pemerintah Pekon Sidoharjo berharap semangat gotong royong, persatuan, dan pelestarian budaya dapat terus terjaga sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.(Suhairi ),



























