LAMPUNG SELATAN, http://Indorepublik.com Meski di tengah puncak musim kemarau, petani di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan justru menggelar panen raya padi. Hasilnya melimpah, produktivitas mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.
Pantauan di lapangan, hamparan padi seluas ratusan hektare di Desa Bali Agung tampak menguning dan siap panen. Para petani tampak antusias memanen padi menggunakan mesin combine harvester, Jumat (23/10/2026).
Ketua gapoktan desa Bali agung dewa Ketut sumantiye mengatakan, panen tahun ini terbilang sukses meski hujan sudah jarang turun. Kunci keberhasilan adalah pengaturan irigasi dan pengairan yang baik dan penggunaan bibit unggul tahan kering.
Ya kita petani bersyukur, di musim kemarau ini kita masih bisa panen raya. Per hektare keluar 6 sampai 7 ton. Ini termasuk bagus,” ujarnya kepada http://Indorepublik.com.
Miskandak dan Nyoman suastike menyampaikan bahwa di musim gadu seperti sekarang ini penuh dengan perjuangan dikarenakan bertepatan dengan musim kemarau jadi petani harus benar benar exsstra
Mengurus padi agar bisa tercapainya hasil panen yang maksimal.
Melimpahnya hasil panen ini juga dibarengi dengan harga gabah yang cukup tinggi. Saat ini harga gabah basah di tingkat petani di Desa Bali Agung mencapai Rp8.000 per kilogram.
“Harga lagi bagus, Rp8.000 gabah basah. Petani jadi semangat. Mudah-mudahan harga tetap stabil sampai panen selesai,” katanya.
Para petani berharap pemerintah daerah terus mendukung ketersediaan air irigasi dan pupuk bersubsidi agar panen di musim kemarau seperti ini bisa terus dipertahankan.
Dengan hasil panen mencapai 6 sampai 7 ton per hektare dan harga gabah yang tinggi, petani Desa Bali Agung diprediksi akan meraup keuntungan yang cukup besar di musim panen kali ini.
(Wayan.st)



























