Sosok Humanis dan Pemburu Koruptor, Alfa Dera Pamit dari Lampung Tengah Menuju Lombok Tengah
Lampung Tengah –IndoRepublik com,
Mutasi di tubuh Kejaksaan kembali bergulir. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah harus melepas salah satu jaksa terbaiknya, Alfa Dera, yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi (Kasi) Intelijen di Kejari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
.
Kepindahan Alfa Dera tak hanya menjadi bagian dari penyegaran organisasi, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan di Lampung Tengah. Puluhan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta insan pers tampak haru saat momen pelepasan. Bahkan, suasana penuh emosional tak terhindarkan, dengan sejumlah pihak menitikkan air mata.
.
Selama menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera dikenal sebagai sosok yang humanis dan terbuka. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk wartawan dan aktivis.
.
Bagi kalangan media, Dera merupakan figur yang sangat responsif dan mudah dikonfirmasi. Di tengah situasi ketika sejumlah pejabat cenderung sulit dihubungi saat menghadapi isu sensitif, Dera justru tampil berbeda. Ia selalu membuka ruang dialog, memberikan keterangan secara transparan, serta menjadikan media dan LSM sebagai mitra strategis.
.
Namun di balik sikap ramahnya, Alfa Dera dikenal tegas dalam penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Di bawah kepemimpinannya, Bidang Intelijen Kejari Lampung Tengah berhasil mengungkap dan menangkap sejumlah buronan kasus korupsi yang telah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Beberapa nama yang berhasil diamankan di antaranya Endang dalam kasus korupsi Bank BRI, Awalludin yang merupakan oknum ASN di Setda Lampung Tengah, hingga Azhari yang sempat bersembunyi di wilayah hutan pedalaman.
.
Berkat capaian tersebut, Bidang Intelijen Kejari Lampung Tengah sukses meraih predikat Juara 1 Kinerja Intelijen Terbaik di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Lampung. Selain itu, Dera juga dikenal aktif menjalankan program sosial seperti “Petani Mitra Adhyaksa”, yang memperkuat hubungan antara institusi kejaksaan dan masyarakat.
.
Sebelumnya, saat bertugas di Kejari Depok, Alfa Dera juga mencuri perhatian. Ia dikenal sebagai jaksa yang tegas di persidangan, bahkan tak segan menuntut hukuman berat terhadap pelaku kejahatan serius.
.
Menariknya, di luar tugas formal, Dera memiliki pendekatan berbeda terhadap para mantan pelaku kejahatan siber. Ia dikenal sebagai “kakak asuh” bagi sejumlah mantan narapidana kasus hacker, yang dibinanya untuk mengembangkan kemampuan teknologi ke arah yang positif dan produktif.
.
Pengalamannya juga semakin lengkap saat tergabung dalam Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung, di mana ia ikut membongkar sindikat jaksa gadungan lintas daerah yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.
.
Kini, tantangan baru menanti Alfa Dera di Lombok Tengah, wilayah yang menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata nasional. Kawasan tersebut mencakup objek vital seperti Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang bertaraf internasional.
.
Dengan rekam jejak yang mentereng, insting intelijen yang tajam, serta pendekatan humanis yang dimilikinya, Alfa Dera diharapkan mampu mengawal penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas investasi di kawasan strategis tersebut.
Kepergian Alfa Dera mungkin meninggalkan kekosongan di Lampung Tengah, namun dedikasi dan jejak pengabdiannya akan terus dikenang.(Suhai ),

























