Nganjuk, 13 April 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1088, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Forkopimda menggelar kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. Marhein Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A.
Kegiatan diawali dengan prosesi upacara Manusuk Sima, sebuah tradisi khas yang memiliki makna historis. Dalam upacara tersebut, Bupati Marhein menyampaikan tekad Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menerapkan prinsip Zero Percent Money Politic In Career Development. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan karier di lingkungan pemerintahan harus bersih dari pungutan liar, gratifikasi, maupun suap.
“Tidak ada tempat bagi praktik-praktik kotor dalam birokrasi kita. Nganjuk harus menjadi pelopor pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tegas Bupati Marhein saat melepas tim kerja bakti.
Kerja bakti massal ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 20 kecamatan ikut serta dalam aksi bersih-bersih ini. Turut serta dalam kegiatan ini pejabat dari Polres, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk menambahkan bahwa selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga diselingi dengan pembagian paket sembako bagi para lansia di berbagai kecamatan.
Ketua DPC Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk, Impi Yusnandar, S.Sos., S.H., M.H., M.AP., M.M., dalam wawancara terpisah menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Nganjuk tahun ini sarat makna. Ia menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai dari Monumen Kemenangan atau Jaya Stamba — peninggalan Raja Pu Sendok dari Wangsa Isyana — yang berada di Candi Lor, Kecamatan Loceret.
“Monumen itu mencerminkan integritas, loyalitas, dan idealisme untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Semangat itulah yang sejalan dengan visi Bupati Marhein membangun ‘Nganjuk Melesat’,” ujarnya.
Kerja bakti massal ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan sejarah daerah. Semarak kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat, camat, kepala desa, dan perangkat desa di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.



























